Manchester City meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Liverpool FC dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Anfield, Minggu, 11 Oktober 2026. Gol Erling Haaland, Jeremy Doku, dan Rayan Cherki pada babak kedua memastikan tim tamu membawa pulang tiga poin sekaligus mempertahankan catatan sempurna pada awal musim.
Kemenangan tersebut semakin penting karena Manchester City datang ke Anfield di tengah tekanan besar menyusul keputusan komisi independen yang menyatakan klub melakukan 114 pelanggaran terhadap aturan keuangan liga. City membantah melakukan pelanggaran dan telah mengajukan banding atas putusan tersebut.
Atmosfer pertandingan pun berlangsung panas. Suporter tuan rumah melontarkan ejekan dan nyanyian bernada keras kepada tim tamu. Namun, tekanan dari tribun tidak menghentikan City untuk mengendalikan pertandingan, terutama setelah Liverpool kehilangan satu pemain pada babak kedua.
Reuters dan The Guardian melaporkan bahwa pertandingan berlangsung relatif ketat selama sekitar satu jam. Perubahan besar terjadi ketika gelandang Liverpool, Ryan Gravenberch, menerima kartu kuning kedua pada menit ke-62. Keunggulan jumlah pemain kemudian dimanfaatkan City untuk mencetak tiga gol dan mengamankan kemenangan.
Kartu Merah Menjadi Titik Balik Pertandingan
Pada awal pertandingan, Liverpool memberikan tekanan kepada City dan berusaha memanfaatkan dukungan suporter di Anfield. City harus menjaga kedisiplinan pertahanan sebelum menemukan ruang untuk membangun serangan yang lebih efektif.
Situasi berubah ketika Gravenberch diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran terhadap Doku. Keputusan tersebut menjadi salah satu momen paling diperdebatkan dalam pertandingan.
Manajer Liverpool, Andoni Iraola, mempertanyakan keputusan wasit. Ia menilai kartu kuning pertama Gravenberch tidak layak diberikan dan mengatakan bahwa pertandingan berubah setelah timnya bermain dengan sepuluh orang.
The Guardian juga menyoroti bahwa Liverpool masih mampu memberikan perlawanan sebelum insiden tersebut. Setelah kehilangan Gravenberch, ruang permainan semakin terbuka bagi City untuk menguasai bola dan menekan pertahanan tuan rumah.
Meski kartu merah menjadi titik balik, keunggulan City tidak hanya ditentukan oleh situasi jumlah pemain. Ketajaman penyelesaian akhir dan kemampuan memanfaatkan ruang menjadi faktor penting yang membedakan kedua tim pada babak kedua.
Haaland, Doku, dan Cherki Mengunci Tiga Poin
City akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-65 melalui Haaland. Penyerang asal Norwegia itu melepaskan tembakan kaki kiri yang tidak mampu dihentikan penjaga gawang Liverpool, Alisson. Gol tersebut lahir setelah Doku melakukan penetrasi ke kotak penalti dan percobaannya mengarah kepada Haaland.
Hanya tiga menit kemudian, Doku menggandakan keunggulan City. Pemain asal Belgia tersebut melepaskan tembakan jarak jauh yang melengkung menuju sudut atas gawang. Gol itu memperlihatkan kemampuannya menciptakan peluang melalui pergerakan individu dan penyelesaian yang akurat.
City belum berhenti. Pada menit ke-78, Cherki mencetak gol ketiga setelah terlibat dalam rangkaian permainan bersama Josko Gvardiol. Cherki memanfaatkan umpan rekannya, mengendalikan bola di dalam kotak penalti, lalu menyelesaikan peluang dengan tenang.
Menurut laporan Reuters, tiga gol pada babak kedua tersebut memastikan kemenangan 3-0 bagi City. Sementara itu, laporan pertandingan The Guardian menyoroti kualitas penyelesaian Cherki sebagai salah satu momen paling mengesankan dalam laga tersebut.
Rangkaian gol itu membuat Liverpool kesulitan mengejar ketertinggalan, terlebih setelah harus bermain dengan sepuluh pemain. Sejumlah suporter tuan rumah mulai meninggalkan stadion sebelum pertandingan berakhir ketika peluang Liverpool untuk menyamakan kedudukan semakin kecil.
Manchester City Sempurna, Liverpool Kehilangan Momentum
Tambahan tiga poin membuat City mengumpulkan 18 poin dari enam pertandingan Liga Inggris. Tim tersebut mencatat enam kemenangan beruntun dan mempertahankan posisi di puncak klasemen dengan keunggulan tiga poin atas Arsenal.
Manajer City, Enzo Maresca, juga mencatat pencapaian tersendiri. Reuters melaporkan bahwa ia menjadi manajer keempat yang mampu memenangi enam pertandingan pertamanya di Liga Inggris bersama sebuah klub. Tiga nama sebelumnya adalah Pep Guardiola bersama City pada 2016, Carlo Ancelotti bersama Chelsea pada 2009, dan Ole Gunnar Solskjaer bersama Manchester United pada musim 2018–2019.
Bagi City, hasil ini menjadi respons kuat di lapangan setelah pekan yang penuh tekanan akibat putusan terkait aturan keuangan liga. Maresca menekankan pentingnya menghadapi tekanan eksternal dan menjadikan hasil pertandingan sebagai jawaban timnya.
Namun, kemenangan tersebut tidak menghilangkan persoalan hukum yang masih membayangi klub. Proses banding atas putusan komisi independen berarti konsekuensi dari perkara keuangan itu masih menjadi perhatian, terlepas dari keberhasilan City di lapangan.
Di sisi lain, Liverpool harus menerima kekalahan pertamanya pada musim liga tersebut. Kekalahan ini membuat mereka turun ke posisi kesembilan, sementara City semakin memperkuat awal musim yang mengesankan.
Hasil pertandingan ini sekaligus menunjukkan bahwa persaingan Liga Inggris tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu, tetapi juga disiplin, keputusan taktis, dan kemampuan menghadapi tekanan. City berhasil menggabungkan ketiganya di Anfield, sedangkan Liverpool harus mengevaluasi dampak kartu merah dan cara mereka mempertahankan keseimbangan permainan ketika menghadapi situasi sulit.
SUMBER: Reuters, The Guardian, Sky Sports