Dukung Login

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 29,53 Triliun hingga Agustus 2026

🌐 01 Oct 2026
👁 153 Views | X

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Mandiri terus menunjukkan perkembangan hingga Agustus 2026. Hingga periode tersebut, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 29,53 triliun kepada 223.284 debitur usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

Nilai tersebut setara dengan 72,03 persen dari target penyaluran KUR Bank Mandiri sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 41 triliun. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar target tahunan penyaluran KUR telah terealisasi dalam delapan bulan pertama tahun ini. 




Penyaluran pembiayaan tersebut juga diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan akses permodalan UMKM, tetapi terutama kepada sektor-sektor yang berkaitan dengan kegiatan produksi. Hingga delapan bulan pertama 2026, sebesar 64,48 persen atau Rp19,04 triliun dari total KUR Bank Mandiri disalurkan ke sektor produksi. Sementara itu, 35,52 persen atau Rp10,48 triliun disalurkan ke sektor nonproduksi. 


Sektor pertanian menjadi penerima terbesar pembiayaan KUR Bank Mandiri. Penyaluran ke sektor tersebut mencapai Rp9,84 triliun atau sekitar 33,32 persen dari total penyaluran. Berikutnya adalah sektor jasa produksi dengan penyaluran Rp6,47 triliun atau 21,92 persen.

Sementara itu, sektor industri pengolahan menerima pembiayaan sebesar Rp2,28 triliun atau 7,75 persen. Bank Mandiri juga menyalurkan KUR ke sektor perikanan dengan nilai Rp424 miliar. Menurut Bank Mandiri, komposisi tersebut mencerminkan fokus pembiayaan kepada kegiatan usaha yang menghasilkan barang dan jasa serta mempunyai keterkaitan dengan rantai pasok perekonomian. 




Dari sisi jumlah penerima, realisasi debitur baru hingga 31 Agustus 2026 mencapai 157.839 debitur. Jumlah tersebut setara dengan 71,75 persen dari target debitur baru Bank Mandiri pada 2026 yang mencapai 220.000 debitur. Bank Mandiri menyebut sekitar 71 persen dari total debitur penerima KUR sepanjang 2026 hingga Agustus merupakan debitur baru. 

Kualitas pembiayaan juga menjadi salah satu indikator yang diperhatikan. Hingga 31 Agustus 2026, non-performing loan (NPL) KUR Bank Mandiri tercatat berada di bawah 1 persen. Pada saat yang sama, bank tersebut terus memperluas akses pembiayaan kepada pelaku usaha yang sebelumnya belum memperoleh fasilitas KUR. 

Secara historis, penyaluran KUR Bank Mandiri telah berlangsung sejak 2008. Hingga 31 Agustus 2026, secara akumulatif Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp332,77 triliun kepada 3,81 juta debitur.




Bank Mandiri menilai pembiayaan kepada UMKM dapat memberikan dampak pada aktivitas ekonomi yang lebih luas. Ketika pelaku usaha di sektor pertanian, misalnya, memperoleh tambahan pembiayaan untuk meningkatkan produktivitas, aktivitas tersebut dapat berkaitan dengan sektor perdagangan, jasa, pengolahan, dan distribusi.

Dengan target KUR 2026 sebesar Rp 41 triliun, realisasi Rp 29,53 triliun hingga Agustus masih menyisakan sekitar Rp 11,47 triliun dari target tahunan berdasarkan perhitungan selisih nilai target dan realisasi. Capaian tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil.




Perkembangan penyaluran KUR Bank Mandiri pada bulan-bulan berikutnya akan menentukan seberapa jauh realisasi pembiayaan dapat mencapai target tahunan. Data hingga Agustus menunjukkan bahwa penyaluran telah menjangkau ratusan ribu debitur dengan sektor produksi menjadi bagian terbesar dari portofolio KUR.

Bagi perekonomian, pembiayaan UMKM menjadi salah satu saluran yang menghubungkan sektor keuangan dengan kegiatan usaha masyarakat. Data penyaluran tersebut memperlihatkan bagaimana pembiayaan KUR diarahkan ke berbagai sektor, mulai dari pertanian, jasa produksi, industri pengolahan hingga perikanan.


sumber: IDXchannel