Dukung Login

Arrmanatha Nasir Mulai Tugas sebagai Menlu, Fokus Diplomasi RI

🌐 04 Oct 2026
👁 71 Views | X

Arrmanatha Christiawan Nasir resmi menjalankan tugas sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Ia menggantikan Sugiono yang dalam perombakan kabinet tersebut dipercaya menempati posisi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Pergantian tersebut menjadi bagian dari perubahan susunan pemerintahan yang berlangsung pada awal Oktober. Menurut ANTARA, Arrmanatha dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 105P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih 2024-2029. Keputusan tersebut ditetapkan pada 30 September 2026.




Arrmanatha bukan figur baru di lingkungan diplomasi Indonesia. Sebelum menjadi menteri, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024. Ia juga memiliki pengalaman panjang sebagai diplomat karier, termasuk pernah menjadi juru bicara Kementerian Luar Negeri, duta besar, serta Wakil Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi internasional lainnya.

Setelah pelantikan, Arrmanatha menyampaikan bahwa pergantian menteri tidak berarti perubahan mendasar terhadap arah politik luar negeri Indonesia. Ia menegaskan akan melanjutkan kebijakan yang telah dijalankan sebelumnya dan tetap mengikuti mandat konstitusi serta arahan Presiden.


Menurut laporan ANTARA, Arrmanatha mengatakan bahwa politik luar negeri Indonesia yang stabil dari tahun ke tahun merupakan salah satu karakter diplomasi nasional. Ia juga menyatakan akan meneruskan pekerjaan yang telah dilakukan Sugiono selama menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.

Salah satu agenda yang langsung mendapat perhatian adalah pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029-2030. Arrmanatha memastikan proses tersebut tetap menjadi bagian dari pekerjaan Kementerian Luar Negeri.






Dalam keterangannya setelah pelantikan, ia menyatakan bahwa kebijakan luar negeri tetap merujuk pada ketentuan perundang-undangan dan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Dengan demikian, pencalonan Indonesia untuk posisi di Dewan Keamanan PBB menjadi salah satu agenda diplomasi yang akan diteruskan di bawah kepemimpinannya.

Pengalaman Arrmanatha di berbagai posisi diplomatik menjadi bagian penting dari rekam tugas barunya. ANTARA mencatat ia lahir di Bangkok pada 1971 dan menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di University of Buckingham, Inggris. Ia kemudian memperoleh gelar Master of Business Administration dari University of Leicester dan Master of International Relations dari Universitas Indonesia.


Selain pengalaman di Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha juga pernah bertugas di lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pengalaman tersebut berkaitan langsung dengan salah satu fokus diplomasi multilateral Indonesia, termasuk hubungan dengan berbagai negara dan organisasi internasional.

Sementara itu, Sugiono yang sebelumnya menjabat Menteri Luar Negeri kini menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Setelah pergantian tersebut, Sugiono menyampaikan keyakinannya bahwa Arrmanatha dapat menjalankan tugas sebagai Menteri Luar Negeri dan menjaga diplomasi Indonesia.


Menurut ANTARA, Sugiono mengatakan Arrmanatha memiliki kemampuan untuk mengawal Kementerian Luar Negeri, diplomasi, serta politik luar negeri Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan saat Sugiono mengunjungi Kementerian Luar Negeri pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Pergantian Menteri Luar Negeri juga berlangsung bersamaan dengan sejumlah perubahan jabatan lain. detikcom melaporkan bahwa pada reshuffle 1 Oktober terdapat 18 pejabat yang dilantik. Selain Arrmanatha, Presiden Prabowo melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.

Detikcom juga mencatat bahwa perubahan pada 1 Oktober tersebut merupakan reshuffle kabinet ketujuh sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden pada Oktober 2024. Pergantian itu mencakup sejumlah posisi strategis di tingkat kementerian, kepolisian, dan lembaga pemerintahan lainnya.

Bagi Kementerian Luar Negeri, fokus awal Arrmanatha tidak hanya berkaitan dengan kesinambungan kebijakan, tetapi juga pelaksanaan berbagai agenda diplomasi yang sudah berjalan. Salah satunya adalah pencalonan Indonesia dalam Dewan Keamanan PBB, sementara prinsip bebas aktif tetap menjadi landasan yang disebut dalam pernyataannya setelah pelantikan.




Dengan pengalaman sebagai diplomat karier dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha kini memasuki tahap baru dalam karier diplomatiknya. Tugasnya mencakup menjalankan mandat politik luar negeri pemerintah, menjaga hubungan diplomatik Indonesia, serta melanjutkan agenda internasional yang telah ditetapkan sebelumnya.

Perkembangan selanjutnya akan menunjukkan bagaimana kementerian di bawah kepemimpinan Arrmanatha menerjemahkan kebijakan luar negeri pemerintah ke dalam agenda diplomasi bilateral dan multilateral, termasuk proses pencalonan Indonesia untuk Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030.




Sumber: Antara, Detikcom