Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menetapkan Minggu, 4 Oktober 2026 sebagai pelaksanaan Hari Pekabaran Injil Indonesia (HPII) dan Hari Perjamuan Kudus se-Dunia (HPKD). Peringatan tersebut berlangsung pada minggu pertama Oktober dan menjadi salah satu momentum bersama gereja-gereja anggota PGI untuk menghayati kembali kesatuan gereja dalam kehidupan iman dan pewartaan Injil.
Untuk pelaksanaan tahun 2026, tema yang digunakan adalah “Hidup Yang Berbuah Manis dan Menyukakan Tuhan”, dengan dasar Filipi 3:4b-14. PGI menyebut tema tersebut diambil dari tema khotbah 4 Oktober 2026 dalam Buku Almanak Kristen Indonesia (BAKI). Tata ibadah Perjamuan Kudus yang digunakan dalam rangkaian tersebut berasal dari Gereja Kristen Pemancar Injil (GKPI) di Tarakan.
HPII dan HPKD memiliki makna yang berkaitan dengan kehidupan gereja secara bersama. PGI menjelaskan bahwa perayaan pada minggu pertama Oktober menjadi pengingat atas pengorbanan Kristus di kayu salib dan mendorong gereja-gereja untuk semakin mewujudkan kesatuan sebagai tubuh Kristus, terutama dalam mewartakan Injil damai sejahtera Allah.
Peringatan tersebut tidak hanya tercantum dalam agenda organisasi gereja, tetapi juga dilaksanakan dalam ibadah jemaat di berbagai daerah. Di GPIB Jemaat Effatha Jakarta, misalnya, HPII dan HPKD dirangkaikan dengan Hari Minggu XIX Sesudah Pentakosta dan Sakramen Perjamuan. Jadwal yang dipublikasikan jemaat tersebut mencantumkan tiga kali ibadah pada Minggu, 4 Oktober 2026, yaitu pukul 06.00 WIB, 09.00 WIB, dan 17.00 WIB. Ibadah pukul 09.00 WIB juga dijadwalkan berlangsung secara live streaming.
GPIB Jemaat Sumber Kasih Jakarta juga mencantumkan 4 Oktober 2026 sebagai Minggu XIX Sesudah Pentakosta yang sekaligus menjadi Perjamuan Kudus Sedunia dan Hari Pekabaran Injil Indonesia. Jadwal ibadah di jemaat tersebut mencantumkan pelayanan pada pukul 09.00 WIB dan 17.00 WIB. Hal ini menunjukkan bahwa peringatan HPII dan HPKD diterapkan dalam kehidupan ibadah jemaat secara langsung.
Selain tradisi gereja Protestan, pemberitaan keagamaan pada 4 Oktober juga menunjukkan aktivitas umat Kristen dari denominasi lain. DetikSulsel, misalnya, menerbitkan panduan renungan harian Katolik pada Minggu, 4 Oktober 2026. Bacaan liturgi yang dicantumkan meliputi Yesaya 5:1-7, Mazmur 80, Filipi 4:6-9, serta Injil Matius 21:33-43. Renungan tersebut mengajak umat merefleksikan penggunaan waktu, kemampuan, kesempatan, dan berkat yang dipercayakan Tuhan.
Meskipun HPII dan HPKD merupakan agenda yang secara khusus berkaitan dengan gereja-gereja dalam persekutuan PGI, momentum tersebut memperlihatkan bahwa awal Oktober memiliki sejumlah agenda penting dalam kehidupan gerejawi di Indonesia. Pelaksanaan ibadah di tingkat jemaat menjadi bentuk konkret bagaimana tema dan tata ibadah yang disiapkan secara bersama diterapkan dalam kehidupan umat.

PGI juga menyediakan tata ibadah HPII-HPKD 2026 bagi gereja-gereja yang membutuhkan. Dokumen tersebut disiapkan agar pelaksanaan peringatan dapat dilakukan dengan acuan yang sama, sekaligus tetap menggunakan materi yang telah ditetapkan untuk tahun berjalan. Tema “Hidup Yang Berbuah Manis dan Menyukakan Tuhan” menjadi titik utama perenungan HPII dan HPKD 2026. Dasar Filipi 3:4b-14 menempatkan kehidupan iman dalam kerangka pengenalan kepada Kristus dan panggilan untuk terus berjalan dalam iman. Melalui peringatan ini, gereja-gereja diajak tidak hanya menjalankan ibadah sebagai kegiatan rutin, tetapi juga menghayati kembali panggilan gereja untuk hidup dalam kesatuan dan memberitakan Injil.
Bagi gereja-gereja yang membutuhkan tata ibadah HPII-HPKD 2026 silahkan klik di bawah ini: DOWNLOAD PDF Liturgi HPII-HPKD 2026
Dengan berakhirnya pelaksanaan HPII dan HPKD pada 4 Oktober, rangkaian peringatan tersebut menjadi bagian dari kehidupan gereja di Indonesia pada awal Oktober 2026. Berbagai jemaat melaksanakannya melalui ibadah, Perjamuan Kudus, dan pelayanan masing-masing dengan mengacu pada tema yang telah ditetapkan. Momentum ini sekaligus memperlihatkan keberagaman bentuk pelayanan gereja di Indonesia dalam menjalankan kehidupan iman dan persekutuan.
Sumber: PGI, GPIB Jemaat Effatha Jakarta. DetikSulsel